JAKARTA BARAT – Partisipasi warga dan donatur Yayasan Si Pitung (YSP) kini mempercantik Makom Bang Pitung sebagai simbol harga diri anak Betawi. Bersama masyarakat Rawa Belong, pihak yayasan tengah mempercepat penyelesaian revitalisasi Makom Bang Pitung yang berlokasi di RT 01/RW 01, Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk. Penataan kawasan Desa Wisata Budaya Kampung Silat ini mengubah wajah situs sejarah tersebut menjadi lebih megah sebagai pusat spiritual masyarakat.
Berdiri tepat di depan Gedung Telkom, Jalan Bang Pitung, situs ini menandai jejak peninggalan sang legenda jagoan Betawi. Melalui inisiatif kolektif, warga dan yayasan mentransformasi lingkungan Makom menjadi destinasi wisata religi yang representatif tanpa melunturkan nilai sakralnya.
Gunakan Jati Lawas Jepara untuk Keaslian Arsitektur
Pantauan di lapangan pada Jumat (30/01/2026), menunjukkan pengerjaan fisik yang menonjolkan arsitektur lokal secara kuat. Para tukang membangun Rumah Makom menggunakan kayu jati lawas asli dari Jepara guna memastikan kekokohan bangunan serta menghadirkan kesan autentik masa lalu. Hal ini mempertegas identitas Makom sebagai situs peninggalan sejarah, bukan sebuah pemakaman.

“Kami ingin menghadirkan nuansa asli Betawi. Kami memilih jati lawas bukan sekadar untuk estetika, tetapi sebagai bentuk penghormatan kami terhadap sejarah besar Bang Pitung yang pernah singgah dan berjuang di sini,” tegas Khotib H. Murodhi, Ketua Yayasan Si Pitung, saat meninjau lokasi.
Bang Ozzy: Bang Pitung Identitas Tak Terpisahkan Rawa Belong
Progres pembangunan yang hampir rampung ini membangkitkan rasa haru dan bangga bagi warga asli. Bang Ozzy, tokoh pemuda Rawa Belong, menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah penataan ini. Ia memandang perbaikan Makom sebagai upaya menjaga martabat tanah kelahirannya.

“Saya sebagai anak asli Betawi Rawa Belong, yang menanam ari-ari di tanah ini, merasa sangat bangga melihat revitalisasi Makom Kong Pitung. Rawa Belong identik dengan Kong Pitung, keduanya tidak bisa kita pisahkan,” ujar Bang Ozzy dengan emosional.
Ia juga mendesak pemerintah agar segera memberikan pengakuan resmi bagi sang legenda. “Bang Pitung sudah berjuang habis-habisan melawan penjajah. Saya berharap pemerintah menetapkan beliau sebagai Pahlawan Nasional dari Betawi dan mengembangkan Makom ini menjadi pusat wisata religi dunia,” tambahnya.

Warga Gerakkan Semangat Swadaya dan Budaya
Sinergi antara yayasan dan warga setempat menjadi motor utama yang menggerakkan proyek swadaya ini. Meski pengerjaan fisik masih berjalan, pengelola mulai mengatur berbagai aspek strategis demi kenyamanan pengunjung:
- Menata Ketertiban: Mengatur alur peziarah di depan Gedung Telkom agar tetap tertib dan tidak mengganggu lalu lintas.
- Menjaga Kebersihan: Menggerakkan warga untuk merawat kesucian area Makom secara rutin.
- Memperkuat Estetika: Menghiasi kawasan dengan ornamen khas Betawi guna mempertegas identitas Kampung Silat.
Optimisme Menjelang Peresmian
Pihak yayasan terus menekankan bahwa partisipasi warga memegang kunci keberlanjutan Makom ini. Mereka optimis, kemudahan akses di Jalan Bang Pitung akan meningkatkan kunjungan wisatawan yang nantinya menghidupkan ekonomi UMKM lokal.
“Kami yakin, seiring rampungnya revitalisasi Makom ini, Rawa Belong akan semakin kokoh sebagai pusat budaya dan religi yang membanggakan warga Jakarta Barat,” pungkas Bang Yadi Koi dari Yayasan Si Pitung.
Robin






