Kekayaan Minuman Khas Betawi

Kekayaan Minuman Khas Betawi

Kekayaan Minuman Khas Betawi — Masyarakat Betawi merupakan masyarakat yang tersohor kaya akan budaya dan dekat dengan alam. Ini terbukti dengan beragam tradisi zaman dahulu yang kerap memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan tumbuh-tumbuhan dapat berupa sajian kuliner, minuman khas yang menyegarkan hinga pengobatan. Tak ayal jika tradisi Betawi dikenal unik dan khas.

Beragam minuman khas Betawi kuno– tak hanya bermanfaat untuk kesehatan. Namun, kekayaan minuman khas Betawi juga menyegarkan sehingga cocok diminum untuk menemani aktivitas sehari-hari. Berikut beragam minuman khas Betawi kuno yang dinukil dari buku Abdul Chaer berjudul Menulusuri Sejarah Kebudayaan Betawi.

  1. Kopi Jahe

Kopi jahe merupakan salah satu kuliner Betawi yang telah ada sejak abad ke-18. Pelabuhan Kali Angke kerap menjadi tempat berlabuh para pedagang yang kebanyakan membawa rempah-rempah. Hal ini selaras dengan kebiasaan masyarakat Kali Angke yang dikenal sebagai masyarakat agamis yang sering kali mengadakan pesta dan perayaan besar. Salah satu sajiannya yaitu kopi jahe. Status kopi jahe pada waktu itu tergolong istimewa karena hanya disajikan pada acara-acara tertentu.

Adapun kebiasaan tradisi minum kopi awalnya berasal dari bangsa Arab dan Portugis. Kemudian, masyarakat Betawi mencoba berinovasi mencampurkan dengan beragam rempah-rempah sehingga kemudian dikenal sebagai kopi jahe. Biasanya, sajian kopi jahe dinikmati saat menjelang sore hari. Kopi jahe merupakan campuran dari kopi dengan beragam rempah seperti jahe merah, cengkih, kayumanis dan daun pandan.

Dalam secangkir kopi jahe juga terdapat makna kebersamaan dan keterbukaan dalam silaturahmi antar sesama masyarakat Betawi. Khususnya bagi warga Betawi keturunan Arab Pekojan, kopi jahe biasanya disajikan sebagai pengkap nasi kebuli

2. Bir Pletok

Salah satu minuman yang sangat terkenal sebagai ikon minuman Betawi yakni bir pletok. Seiring perkembangan zaman, eksistensi bir pletok masih tetap bisa ditemui di beragam pusat kuliner khas Betawi. Bahkan, minuman menghangatkan ini juga bisa dengan mudah ditemukan di kafe-kafe modern.

Bahan-bahan pembuatan bir pletok terdiri atas jahe merah, kapulaga, akar pohon sicang, serta gula jawa. Belakangan, baik rasa maupun pengemasan bir pletok semakin inovatif. Kendati demikian, rasa yang khas dari bir pletok tak akan pernah tergantikan.

3. Tuak


Tuak merupakan minuman khas Betawi yang mulai langka ditemukan. Adapun tuak berasal dari nira pohon aren yang difermentasikan. Konon, pada zaman dahulu minuman ini dijual dalam kemasan bambu berukuran besar. Hal ini semakin menambah nilai estetik dan unik tuak khas Betawi. Seiring semakin menipisnya pohon-pohon aren di Jakarta juga menjadi pemicu langkanya eksistensi tuak jaman sekarang.

4. Teh
Kendati teh merupakan sajian minuman yang ada di seluruh pelosok Nusantara, tapi ada yang khas dari perayaan minum teh khas Betawi atau disebut Nyai. Masyarakat Betawi kuno biasa melakukan nyahi di sore hari. Mereka biasanya duduk-duduk di beranda sembari menikmati sajian teh bersama jajanan tradisional, seperti kue pancong dan kue rangi. Tak hanya itu, teh juga dipercaya baik untuk tubuh karena memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

Leave a Reply

SEKRETARIAT REDAKSI

Jl. H. Sa’abun No.20, Jati Padang, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540.