Keanekaragaman Hayati, Bagian Tradisi Betawi

Keanekaragaman Hayati, Bagian Tradisi Betawi

Keanekaragaman Hayati, Bagian Nilai Tradisi Betawi — Bagi orang Betawi, tanaman tak sekadar tumbuhan yang tumbuh dan dipiara begitu saja. Namun, turut dalam menjaga kelangsungan tradisi dan budaya. Seperti halnya rumah-rumah orang Betawi jaman dahulu yang rimbun dan sejuk.

Puhun gempyok tempat neduh, batang koat peranti begantung”. Kalimat ini memiliki arti bahwa kebun bukan sekadar pelindung dari iklim, penjamin sirkulasi sekaligus pemberi kualitas udara yang baik. Melainkan juga suatu medium bahwa manusia bagian yang tidak terpisahkan dengan alam.

Selain itu orang Betawi percaya bahwa pohon adalah ruang leluhur dan memberikan jaminan ketenangan. Pasalnya, secara batiniah seseorang senantiasa merasa mendapat perlindungan leluhur zaman dahulu.

Mengutip Profil Keanekaragaman Hayati Provinsi DKI Jakarta, bahwa zaman dahulu bagian dapur dan kebun sekitar rumah orang Betawi dipenuhi beragam jenis pohon bumbu dapur hingga obat-obatan. Beberapa diantaranya seperti sayur kembang duren, sayur sambel godog, daun kunyit, gandaria, hingga limau.

Ornamen Bangunan Betawi

Tak hanya itu, ekspresi pengelolaan keanekaragaman hayati juga tercermin dalam berbagai macam ornamen bangunan rumah Betawi. Ini menjadi bukti bahwa tradisi tak terlepas dari kedekatannya dengan ragam hias. Berbagai ragam hias ornamen ini tak sekadar hiasan. Namun, memiliki makna yang cukup mendalam. Beberapa diantaranya sebagai berikut.

  1. Tumpal atau gunung memiliki arti kekuatan dan keseimbangan alam
  2. Matahari menunjukkan harapan si pemilik rumah agar hatinya senantiasa diterangi seperti matahari yang menerapi bumi (mendapatkan rezeki atau kebahagiaan yang banyak).
  3. Tapak dara yang memiliki makna kedekatan masyarakat Betawi dengan alam serta pengetahuan masyarakat Betawi mengenai tanaman obat
  4. Kecubung memiliki simbol kedekatan masyarakat Betawi dengan alam serta pengetahuan masyarakat bertawi mengenai tanaman obat
  5. Gigi balang yang memiliki arti bentuk penghormatan pemilik rumah kepada tamu yang berkunjung
  6. Bunga delima berkaitan dengan tanaman yang kerap ditanam oleh masyarakat Betawi di halaman rumah yang berkhasiat untuk mengobati penyakit
  7. Ornamen bunga cempaka yang memiliki arti keagungan

Pemaknaan terhadap ragam hias tersebut tidak memiliki dasar tertulis yang cukup kuat, namun demikian hal ini identik seperti berlakunya norma etika di masyarakat Betawi. Hampir semua ragam hias yang digunakan merupakan panduan untuk menjalankan kehidupan, termasuk memuat nilai tradisi budaya Betawi.

Leave a Reply

SEKRETARIAT REDAKSI

Jl. H. Sa’abun No.20, Jati Padang, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540.