Asa Yayasan Kampung Silat Petukangan Menjaga Silat Beksi

Asa Yayasan Kampung Silat Petukangan Menjaga Silat Beksi

Asa Yayasan Kampung Silat Petukangan Menjaga Silat Beksi— Bunyi rebana mengiringi alunan lagu shalawat nabi malam itu, Rabu (10/6). Semakin lama, iramanya makin cepat sebelum akhirnya seorang jawara muncul. Alih-alih meluncur beradu otot, ia menunjukkan keindahan silat beksi dengan gayanya yang atraktif.

Lambat laun iringan rebana mulai melambat. Dan, pembacaan puisi tentang perjalanan ‘pahlawan Beksi‘ Haji Godjalih menggema. Satu per satu jawara-jawara lain muncul dan beradu dengan Haji Godjalih.

Mereka adalah tokoh beksi lainnya, yakni Haji Hasbullah, Kong Simin, Kong Noer dan Mandor Minggu. Mereka bukan beradu menang-kalah. Tapi beradu untuk sama-sama kuat melanggengkan silat beksi di Petukangan, sebagai awal mulai Beksi itu tumbuh di tanah Betawi.

Itulah latihan teaterikal puisi rutin yang dilakukan oleh Yayasan Kampung Silat Petukangan (YKSP). Mereka berlatih di lapangan belakang markas YPSP. Adapun, yayasan yang telah berdiri sejak 1910 ini bermarkas di Ciledug Raya No 46 Gang Durian I/II RT 6 RW 4 Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Tak sekadar aksi teaterikal puisi, dalam puisi berjudul Hikayat Haji Godjalih itu tersurat perjalanan panjang mengembangkan silat beksi. Haji Godjalih lahir di tengah kekacauan agresi militer Belanda. Begerak dalam Laskar Rakyat, ia bersama anggotanya bergerak memberantas para penjajah.

Tanah Petukangan, sebagai saksi perkembangan silat beksi menginisiasi awal mula berdirinya yayasan ini. “Samangat yayasan ini tak lain bagaimana mengembalikan marwah silat beksi ke petukangan. Karena beksi lahir di sini,” ujar Sekretaris Umum Yayasan Kampung Silat Petukangan, Abdul Aziz kepada senibudayabetawi.com.

Mengorek yang Terselip dalam Lipatan Sejarah

Adu jurus merupakan hal biasa dalam dunia maen pukulan Betawi. Demikian, sesama perguruan atau padepokan silat beksi biasa unjuk gigi adu kekuatan. Alih-alih mengikuti jejak tersebut, yayasan ini memilih mengorek kembali perjalanan tokoh Beksi yang terselip dalam lipatan sejarah. Ya, mereka mendokumentasi dan meneliti silat beksi di Petukangan. “Tujuan kita bagaimana merapikan melalui riset tentang silat beksi ini. Makam-makam keluarga dari sanad tokoh Beksi. Semua ada di sini,” tutur lelaki pecinta puisi ini.

Adapun asa Yayasan Kampung Silat Petukangan menjaga silat beksi melalui riset mereka lakukan sejak tahun 2018. Beberapa karya mereka telurkan, baik sastra maupun riset. Terakhir, mereka lolos dalam lima besar O’ong Maryono Pencak Silat Award tahun 2019 lalu dan nantinya akan melahirkan sebuah buku tentang silat beksi.

Leave a Reply

SEKRETARIAT REDAKSI

Jl. H. Sa’abun No.20, Jati Padang, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540.