Senibudayabetawi.com – Sulit untuk memisahkan antara musik gambang kromong dengan Benyamin Suaeb alias Bang Ben. Ini karena peran besarnya membuat gebrakan melestarikan musik tradisi gambang kromong, termasuk musik rock.
Sukotjo dalam Musik Gambang Kromong Dalam Masyarakat Betawi Di Jakarta (2012) menyatakan bahwa Benyamin Suaeb bertekad mengangkat kembali budaya Betawi. Tujuannya, agar dapat kembali dilirik oleh masyarakat. Terutama dalam kalangan masyarakat Jakarta yang memang sudah multietnis.
Tak ayal jika pada 1970-an, Bang Ben masuk studio rekaman guna membuat lagu-lagu gambang kromong. Uniknya, dalam proses produksi ini ia memasukkan sentuhan pop, rock & blues. Bahkan, ia juga mencoba mengkombinasikan dengan berbagai alat musik kontemporer seperti biola, saksofon, hingga piano.
Album-album gambang kromong Bang Ben lekat dengan perpaduan music-musik itu. Misalnya, dalam album yang berjudul “Benyamin S. dalam Irama Pop Vol 1 & 2” serta album “Benyamin S. dalam Irama Rock& Blues Vol 1 & 2” yang hingga saat ini ada di berbagai digital streaming platforms.
Karya-karya yang dilahirkan budayawan legend Betawi ini sekaligus menunjukkan bahwa bentuk ekspresi seni tak sekadar pada warna musik tertentu. Tapi harus memperhatikan perkembangan musik yang terus terjadi di masyarakat.
Uniknya, Benyamin Suaeb juga tidak ikut-ikutan terseret arus menggemakan music yang populer di pasaran. Misalnya, tepat tahun 1973, genre rock yang kerap disebut dengan music underground laku keras di pasaran. Ia semakin tekun menggarap lagu gambang kromong bernuansa rock dan blues. Ini tergambar jelas dalam lagu berjudul “Digebukin” yang bernuansa irama rock.