Ragam Hias Rumah Tradisional Betawi

Ragam Hias Rumah Tradisional Betawi

Senibudayabetawi.com – Ragam hias merupakan salah satu ungkapan arsitektur paling penting dalam arsitektur rumah tradisional Betawi. Bagaimana tidak, keberadaannya menunjukkan adanya pengaruh dari berbagai kebudayaan yang berhubungan dengan Betawi. Mulai dari Tionghoa, Jawa hingga Belanda dan Eropa.

Konstruksi-konstruksi pengaruh dari luar ini terlihat begitu mencolok dalam rumah tradisional Betawi. Misalnya, tou-kung yang diadaptasi dari arsitektur Tionghoa untuk siku penanggap. Tiang-tiang bangunan jarang sekali terlihat polos bujursangkar, tapi diberikan sentuhan akhir pada sudutnya.

Pengaruh Eropa terlihat jelas pada sekor besi cor, yang merupakan buah pengenalan dari arsitektur Belanda dan Eropa dari segi bahannya. Desainnya terlihat dekoratip dengan mengadaptasi bentuk-bentuk yang juga berkembang di Eropa, seperti ari deco, ari nouveau.

Penggunaan gaya arsitektural dengan ragam hias yang lebih banyak lagi terdapat pada unsur-unsur bangunan yang bersifat non-struktural seperti pada lijstplank, pintu, langkan (langar pada rumah), jendela, garde (bentuk relung yang mengubungkan ruang depan dengan tengah), serta sisir gunung.

Sementara berdasarkan pola visual yang ditampilkannya, jenis-jenis ragam hias yang sering ditemukan pada rumah Betawi memiliki berbagai macam nama. Mulai dari Pucuk Rebung, Cempaka, Swastika, Matahari, Kipas, Jambu Meda, Delima, Flora, dan Gigi Balang serta lukisan kaca bergambar Buraq.

Makna Ragam Hias Rumah Tradisional Betawi

Menariknya, selain ragam hiasnya bervariasi juga memiliki makna-makna tertentu baik yang berhubungan dengan pendirinya maupun dengan lingkungan dan pengaruh budaya sepanjang perjalanan sejarahnya. Misalnya, Lambang matahari sebagai sumber kehidupan, kekuatan dan kewibawaan bagi si pemiliknya.

Tak hanya itu, beberapa ornamen benuansa Islami seperti ornamen baji turut memberi nuansa kesejukan bagi pemiliknya, bentuk rantai melambangkan kebersamaan, dan ukiran bunga melambangkan keramahtamahan dan kedamaian.

Ornamen tombak pada pagar langkan melambangkan gunung, puncak untuk pencapaian yang lebih tinggi, kekuatan dan kewibawaan. Gigi balang pada tepi lijsplank sebagai unsur kegagahan dan estetika.

Selanjutnya ada pula ornamen matahari dan bintang pada rumah pesisir yang banyak terpengaruh dari budaya luar, dan memiliki makna religious yang kental. Penggunaan symbol lain seperti garuda pada lubang ventilasi pintu depan melambangkan kesetiaan dan kebanggaan terhadap negara.

Ramadani Wahyu

1 Response

Leave a Reply

SEKRETARIAT REDAKSI

Jl. H. Sa’abun No.20, Jati Padang, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540.