Wajib Diurut Ayam Sebelum Belajar Maen Pukulan Haji Darip

Wajib Diurut Ayam Sebelum Belajar Maen Pukulan Haji Darip

Wajib Diurut Ayam Sebelum Belajar Maen Pukulan Haji DaripRiwayat Kampung Klender tak lepas dari dibukannya daerah Jatinegara oleh Pangeran Jayakarta dan para pengikutnya. Menurut tuturan lisan, kata Klender berawal dari kata kalender. Meski demikian, belum diketahui kebenarannya.

Berdasar catatan sejarah saat revolusi fisik, Klender menjadi ajang pertempuran pasukan Belanda dan Laskar Rakyat. Bahkan, pada 1947, turut dibentuk pasukan elit HAMMOT (Hare Majesteit’s Ongeregelde Troepen) atau Pasukan Liar Ratu yang bermarkas di Kampung Sumur, Klender.

Pertempuran melawan kolonialisme Belanda tak lepas dari peranan para jagoan maen pukulan yang dipimpin oleh Haji Darip. Maen pukulan Haji Darip awalnya tak bernama. Hingga para murid yang terdiri atas putra dan para kerabat yakni H. Uung menyebut maen pukulan H. Darip.

Ciri Khas dan Jurus

Sebagaimana maen pukulan lain yang memiliki ciri khasnya masing-masing, maen pukulan Haji Darip juga memilikinya. Menukil Maen Pukulan Pencak Silat Khas Betawi, karangan G.J. Nawi, maen pukulan Haji Darip memiliki gerakan atraktif konsep “hit and run”.

Konsep ini merupakan terapan dari filosofi ayam petarung serta jurus monyet. Tak hanya itu, maen pukulan ini juga memanfaatkan kecepatan serang-elak dengan kuda-kuda variasi tinggi hingga rendah.

Kendati bernama maen pukulan Haji Darip—yang lekat digunakan untuk perang, maen pukulan ini juga memiliki nilai estetis yang tinggi. Oleh karena itu, maen pukulan ini kerap ditampilkan dalam pertunjukan Palang Pintu. Jika ingin mempelajari maen pukulan H. Darip dari Klender, terdapat 16 jurus yang harus dikuasai. Beberapa jurus dari maen pukulan ini, diantaranya Jurus Satu, Jurus Dua, Jurus Tiga, Empat Persegi, Empat Double, Binti Atas, serta Binti Bawah.

Diurut Ayam

Sementara, ritual tradisi dalam maen pukulan Haji Dari pada berbagai macam. Calon murid wajib membayar mahar berupa sepasang ayam kampung (jago dan biang). Menariknya, khusus pada zaman dahulu, ayam yang diberikan sebagai mahar bukan asal ayam. Sepasang ayam itu haruslah yang masih tinggal di atas pohon atau ayam liar dan masih gesit gerakannya. Ini dimaksudkan agar nantinya gerakan murid yang belajar silat laksana sepasang ayam tersebut.

Uniknya, ayam tersebut nantinya digunakan sebagai pengurut calon murid yang akan belajar silat. Calon murid wajib diurut ayam sebelum belajar maen pukulan Haji Darip. Pengurutan menggunakan kaki ayam ke tangan calon murid dilakukan agar tangan mereka semakin luwes.

2 Responses

Leave a Reply

SEKRETARIAT REDAKSI

Jl. H. Sa’abun No.20, Jati Padang, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540.