Ondel-Ondel Versi Dulu dan Sekarang

Ondel-Ondel Versi Dulu dan Sekarang

Ondel-Ondel Dulu dan Sekarang – Jauh sebelum masyarakat Betawi mengenal Islam, kepercayaan mereka terhadap dunia ghaib menjadi bagian kebudayaan yang tak dapat dipisahkan. Salah satunya Ondel-Ondel yang dianggap sebagai representasi leluhur guna menjaga masyarakat.

Tempo dulu, Ondel-Ondel kerap dihadirkan dalam berbagai macam upacara adat, pelindung serta penolak bala. Namun, sekarang Ondel-Ondel telah dianggap menjadi ikon kebudayaan Betawi meninggalkan nilai-nilai mistisnya.

Baca Juga : Ondel-ondel Sanggar Betawi Al-Fathir yang Syarat Makna dan Ekspresi

Dalam beragam perayaan, seperti penyambutan tamu, festival acara hingga pesta rakyat, Ondel-Ondel tak pernah absen menghibur masyarakat.

Ondel-Ondel Versi Dulu dan Sekarang

Pergeseran fungsi Ondel-Ondel juga diiringi dengan perbedaan bentuk fisik Ondel-Ondel dulu dan sekarang. Ondel-ondel zaman dahulu kerap menampakkan rupa yang seram. Perwujudan rupa Ondel-Ondel laki-laki ditampilkan dengan taring di bagian mulut, berwajah merah dengan mata melotot.

Representasi Ondel-Ondel zaman dahulu mengingatkan kita pada penggambaran pintu candi dan bagian belakang mahkota zaman Hindu Budha yang juga berfungsi sebagai pelindung.

Baca Juga: Tak Asal Dimainkan, Begini Ritual Ondel-ondel Zaman Dahulu

Sementara Ondel-Ondel yang sekarang memiliki rupa yang lebih menarik sebagaimana fungsinya sebagai ikon Jakarta. Mereka bersolek laksana Abang Jampang dan None Betawi. Kendati demikian, unsur rupa lain seperti warna wajah, kumis baplang, serta hiasan kepala bunga kelapa yang tetap dipertahankan.

Selain terdapat pergeseran wajah fisik, rupa motif yang digunakan dalam pakaian Ondel-Ondel juga semakin beragam. Seperti dalam penggambaran pakaian Ondel-Ondel pada umumnya pakaian yang dikenakannya.

Baca Juga: Asa Sanggar Ondel-ondel Mustika Air Pancur Alihkan ‘Panggung’ Ondel-ondel ke Tiktok dan Youtube

Menukil laman setubabakan.com, pakaian Ondel-Ondel laki-laki mengenakan pakaian gelap dengan model baju pangsi berselempang kain bermotif batik Betawi. Mereka juga mengenakan ikat pinggang serta bawahan kain batik Betawi.

Sedangkan pakaian Ondel-Ondel Betawi perempuan memakai busana kebaya panajng atau baju kurung bermotif kembang-kembang. Mereka memakai bawahan kain batik Betawi dengan selendang atau selempang pada pundak kiri ke arah pinggang kanan.

Ramadani Wahyu

Leave a Reply

SEKRETARIAT REDAKSI

Jl. H. Sa’abun No.20, Jati Padang, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540.