Saat Anak Betawi Memainkan Palogan Gundu

Saat Anak Betawi Memainkan Palogan Gundu

Senibudayabetawi.com – Dikenal di daerah Rawa Barat dan Kebayoran Baru, permainan tradisional Betawi bernama Palogan Gundu merupakan permainan unik dan menantang. Palogan Gundu merupakan permainan yang melatih ketangkasan, konsentrasi, dan strategi para pemain sekaligus mengajarkan nilai-nilai sportivitas.

Dalam Permainan Tradisional Anak Betawi (2011), meski bisa juga dimainkan perempuan tapi permainan ini lebih populer di kalangan anak laki-laki. Permainan ini biasanya dimainkan dua pemain dan rata-rata berusia sekitar 8-14 tahun.

Permainan Palogan Gundu membutuhkan beberapa alat sederhana yang ada di sekitar anak Betawi tempo dulu. Mulai dari balok kayu sepanjang dua meter, lebar 15 sentimeter dengan tinggi 12 sentimeter. Balok kayu inilah yang disebut dengan palogan. Bahan lainnya yaitu berupa gundu atau kelereng dan lapangan tanah.

Adapun cara bermain Palogan Gundu yaitu dengan membuat sebuah lubang di tanah terlebih dahulu dengan diameter sekitar 10 sentimeter. Lubang inilah yang disebut dengan lubang gundu sedangkan pemukul gundu disebut pidian.

Selanjutnya yaitu meletakkan palogan di atas lubang gundu dengan posisi horizontal. Nah, pada tahap selanjutnya setiap pemain harus menyetor sejumlah gundu sebagai bahan taruhan.

Permainan dimulai dengan salah satu pemain melempar gundunya ke arah palogan. Adapun tujuannya yaitu untuk mengenai palogan sehingga membuatnya jatuh ke dalam lubang gundu.

Jika pemain berhasil mengenai palogan hingga membuatnya jatuh ke dalam lubang gundu maka pemain tersebut mendapatkan semua gundu taruhan. Namun, jika pemain gagal mengenai palogan maka gundunya menjadi milik pemain yang melempar gundu. Permainan berlangsung hingga semua gundu habis.

Palogan Gundu adalah permainan yang melatih ketangkasan, konsentrasi, dan strategi para pemainnya. Permainan ini juga mengajarkan nilai-nilai sportivitas dan kejujuran.

Fakta Menarik Tentang Palogan Gundu

  • Permainan ini tidak memiliki aturan yang baku, sehingga setiap daerah di Betawi mungkin memiliki variasi permainan yang berbeda-beda.
  • Palogan Gundu biasanya dimainkan pada waktu senggang, seperti sore hari atau saat akhir pekan.
  • Permainan ini sering kali dimainkan bersama dengan permainan tradisional Betawi lainnya, seperti engklek dan lompat tali.

Palogan Gundu adalah salah satu kekayaan budaya Betawi yang perlu dilestarikan. Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan budaya yang tinggi.

Ramadani Wahyu

Leave a Reply

SEKRETARIAT REDAKSI

Jl. H. Sa’abun No.20, Jati Padang, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12540.